Salatiga. sppqt.or.id. “Ini materi pemasaran ini penting karena apapun bisnisnya butuh pemasaran. Apapun produk dan jasa yang disediakan butuh pemasaran. Karena di dalam pemasaran inilah produk dan jasa dikonversi menjadi uang untuk dibuat modal usaha lagi.”

Demikian Mujab, Manager Program Kewirausahaan Untuk Kaum Muda GIRL 3.0, saat memberikan sambutan dalam pembukaan pendampingan kewirausahaan untuk kaum muda GIRL 3.0 di salatiga, (31/10). Program ini adalah kerja bersama antara SPPQT dengan Plan Indonesia.  

Di bagian lain Ketua SPPQT Muhlisin  menjelaskan bahwa pendampingan ini dan juga sessi pendampingan yang lain adalah proses yang harus dijalani para peserta dalam rangka menggapai sukses dalam pengembangan bisnisnya.

“Ini adalah sebuah proses, dan proses ini harus dijalani. Cita cita kita ini adalah mencapai sukses walaupun datangnya kapan kita sendiri belum tahu. Tuhan akan memberikan momen kesuksesan kapan kita tidak tahu. Tapi jalan menuju sukses itu perlu kita lalui.” Demikian Muhlisin menjelaskan.

Pendampingan Kewirausahaan ini mengambil tema pemasaran baik online maupun offline. Ini adalah salah satu dari sejumlah sessi pendampingan yang dilakukan pemerintah propinsi terhadap para peserta GIRL 3.0 melalui Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah. Peserta Pendampingan ini berasal dari Kota Salatiga, Kab. Semarang, Kab. Temanggung, Kab. Wonosobo dan Kab. Magelang.

Peserta program kewirausahaan ini adalah para pemuda khususnya perempuan muda. Mereka mengembangkan usaha di bidang masing masing. Bertindak sebagai narasumber dalam pendampingan dengan materi pemasaran ini adalah Teguh Iman Sayekti, SH, M.Si dari Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah. Materi yang disampaikan adalah Strategi Pemasaran UMKM.

Teguh menyampaikan bahwa diantara kelemahan kelemahan UMKM untuk menguasai pasar reginal dan internasional disebabkan beberapa hal yaitu mindset, packaging dan branding, inovasi diversifikasi dan standarisasi produk, lemahnya jaringan serta belum mengoptimalkan pasar.

Lebih lanjut Teguh menyampaikan dalam materinya bahwa alasan untuk UMKM melakukan digitalisasi. Teguh menyampaikan bahwa Diharapkan UMKM dapat bertahan bahkan dapat mengembangkan bisnisnya  karena kegiatan pembelian, penjualan, pemesanan, pemasaran, serta promosi cukup lewat media sosial saja.

Lalu teguh melanjutkan bahwa dengan adanya digitlisasi Digitalisasi dapat memperluas jaringan pemasaran, sehingga cukup dengan media digital saja sudah bisa mencapai kota-kota, kabupaten, desa bahkan negara lain.

Selain itu Teguh menekankan pentingnya UMKM menyelesaikan kendala dalam melakukan digitalisasi UMKM. Di sektor moernisasi usaha meliputi : UMKM merasa nyaman dengan kondisi yang ada sehingga menghambat untuk pengembangan UMKM ke arah modern. Lalu Kurangnya pengetahuan pelaku UMKM dalam penggunakan teknologi dalam industri.

Di bagian marketing online kendala dan tantangan yang dihadapi adalah  Beberapa pelaku UMKM mengalami kesulitan dalam menjalankan bisnis online. Kedua beberapa area di Provinsi Jawa Tengah belum tercover seluruhnya untuk platform transportasi online. Selain itu masih sedikit UMKM yang berorientasi pada pasar ekspor. Dan kendala lain adalah kurangnya pendampingan terhadap UMKM dalam marketing online.

Peserta mengikuti pendampingan ini hingga selesai dan dilanjutkan dengan diskusi tan konsultasi terkait kendala bisnis yang mereka hadapi. Beberapa kendala pemasaran yang disampaikan peserta dibahas oleh pemateri dengan menggunakan produk yang dibawa peserta sebagai materi dan bahan untuk pembahasan dan diskusi./jb

Pemasaran: Konversi Produk jadi Uang
Tag pada:                        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *