09 Jun 2010 14:05 WIB
Pelatihan Metode Kesehatan Alternatif melalui metode Yumeiho dan Akupunktur
Pelatihan metode kesehatan alternatif kali ini dilakukan di Gedung RC lantai 2 Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah Kalibening dengan diikuti 20 peserta perwakilan dari Kab. Boyolali, Kab. Semarang, Kab. Kendal, Kota Salatiga dan Kab. Magelang.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 14-16 Mei 2010 dengan fasilitator Bp. Muhamad Zaini (Guru Besar Yumeiho Indonesia) dan Bp. Muslim Abdul Wahab dari SPPQT.
Kegiatan ini dimulai dengan membedah pemahaman/kesadaran peserta tentang kesehatan, dan penegasan bahwa dokter, rumah sakit (medis) bukan satu-satunya jalan untuk pengobatan, karena ternyata kebanyakan dari dokter di Indonesia adalah orang yang berjualan obat bukan orang yang mengobati orang sakit. Dari yang disampaikan oleh Pak Zaini bahwa dari 10 dokter hanya ada 3 dokter yang bisa mendiagnosa penyakit dan hanya 1 yang bisa memberikan resep yang benar/ tepat.
Selain hal di atas disampaikan bahwa banyak penyakit yang bisa diobati dengan biaya yang sangat murah bahkan gratis, tetapi kita justru seringkali memilih untuk membeli obat yang mahal dan dampaknya juga berbahaya bagi tubuh kita karena menimbulkan efek samping (yang artinya jika dikonsumsi kita akan mengalami penyakit tersebut/efek berantai).
Selanjutnya kita belajar soal teknik yumeiho dasar (pengobatan sakit gigi, asma) dalam 10 detik.
Di hari ke2, kita belajar tentang metode dasar pemijatan akupunktur yang menggunakan filosofi dan yang (keseimbangan) yang berasal dari china sedang yumeiho berasal dari jepang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT).
Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 14-16 Mei 2010 dengan fasilitator Bp. Muhamad Zaini (Guru Besar Yumeiho Indonesia) dan Bp. Muslim Abdul Wahab dari SPPQT.
Kegiatan ini dimulai dengan membedah pemahaman/kesadaran peserta tentang kesehatan, dan penegasan bahwa dokter, rumah sakit (medis) bukan satu-satunya jalan untuk pengobatan, karena ternyata kebanyakan dari dokter di Indonesia adalah orang yang berjualan obat bukan orang yang mengobati orang sakit. Dari yang disampaikan oleh Pak Zaini bahwa dari 10 dokter hanya ada 3 dokter yang bisa mendiagnosa penyakit dan hanya 1 yang bisa memberikan resep yang benar/ tepat.
Selain hal di atas disampaikan bahwa banyak penyakit yang bisa diobati dengan biaya yang sangat murah bahkan gratis, tetapi kita justru seringkali memilih untuk membeli obat yang mahal dan dampaknya juga berbahaya bagi tubuh kita karena menimbulkan efek samping (yang artinya jika dikonsumsi kita akan mengalami penyakit tersebut/efek berantai).
Selanjutnya kita belajar soal teknik yumeiho dasar (pengobatan sakit gigi, asma) dalam 10 detik.
Di hari ke2, kita belajar tentang metode dasar pemijatan akupunktur yang menggunakan filosofi dan yang (keseimbangan) yang berasal dari china sedang yumeiho berasal dari jepang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT).
kontributor: [Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah]
