Dari, Oleh, Untuk, dan Bersama Petani
29 Sep 2016 20:30 WIB
Berbagi ke jejaring:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • del.icio.us
  • MySpace
  • Technorati
  • TwitThis

Menteri Desa Diskusi Konsep Pemberdayaan Desa dengan SPPQT

Salatiga.Caping. "Bahwa wirausaha merupakan potensi dasar. Jika kuat maka pertumbuhan kemakmuran akan semakin cepat, ekonomi kita lebih pada informal." Demikian kata Menteri tenaga kerja, Hanif Dzakiri, saat mengawali sambutannya dalam Harlah ke 17 SPPQT dan pembukaan Pelatihan kewirausahaan di kantor SPPQT, Kalibening, Tingkir, Kota Salatiga, Selasa, (9/8).

Hanif Dzakiri hadir dalam acara tersebut sebagai ganti atas ketidak hadirannya dalam acara kongress SPPQT sekitar dua bulan sebelumnya. Hanif datang didampingi direktur Balai Besar Peningkatan Produktifitas. Lebih lanjut Hanif menekankan pentingnya usaha produktif di masyarakat sebagai tumpuan ekonomi nasional."Usaha masyarakat menjadi tumpuan ekonomi kita. Sangat penting untuk lebih digerakkan agar tumbuh menjadi kekuatan ekonomi di masyarakat." 

Pada bagian lain Hanif mengingatkan kembali tentang PR besar angkatan kerja yaitu masih kurangnya skill dan ketrampilan ang dimiliki. "Mayoritas angkatan kerja belum punya skill untuk masuk pasar kerja." Katanya. 

Adapun kaitannya dengan pelatihan kewirausahaan yang dicanangkannya, Hanif berharap akan ada penerapan tenaga kerja dari lembaga usaha yang dihasilkan, sehingga angka pengangguran akan berkurang. "Seandainya dana desa bisa membantu 5 usahawan baru, dalam 1 tahun akan ada 2 juta lapangan kerja baru." Demikian harapan yang disampaikan.

Pelatihan kewirausahaan itu sendiri diikuti oleh para petani anggota SPPQT dari beberapa anggota SPPQT yang tersebar di beberapa kabupaten di Jawa Tengah. pelatihan ini ditujukan untuk membangun para pelaku usaha di tingkat desa mulai dari petani, pemuda dan perempuan. Sehingga diharapkan potensi desa bida dioleh dengan baik dan meminimalisir warga merantau ke kota untuk mencari pekerjaan.

Acara pembukaan ini sebelumnya didahului dengan potong tumpeng oleh menteri tenaga kerja. Ada tiga buah tumpeng besar dan salah satunya dipotong bagian atasnya. Potongan tumpeng itu kemudian diserahkan kepada Abdul Rohim selaku Ketua SPPQT yang baru.

Pelatihan kewirausahaan ini diikuti oleh sejumlah anggota SPPQT dari 6 kabupaten. Dalam pembukaan pelatihan oleh menaker ini untuk pertama kali diikuti oleh peserta dari Kota Salatiga dan Kab Semarang. Kabupaten lainnya menyusul segera./jb
kontributor: [Mujab]
Tuliskan komentar anda!










 

* : harus diisi
Halaman Anggota
Username
Password
Lupa Password

Akses E-Mail @SPPQT.OR.ID
Connect